Terima kasih Allah … telah memperbolehkan saya menikmati Ramadhan tahun ini…
Hanya saja saya masih belum mengerti saja… dan masih bodoh akan segala nikmat yang telah Engkau berikan. Dan saya sangat-sangat menerimanya sebagai orang bodoh. Beberapa hari di awal Ramadhan di tahun ini, saya mengalami ketakutan luar biasa akan kematian. Really! Sungguh! Benerraannn!!! Saya benar-benar tidak menduga akan ketakutan itu. Maklum.. ada salah satu sahabat saya yang telah berpulang menghadapMu beberapa minggu sebelum Ramadhan datang. Dan 2 minggu sebelumnya saya pun berusaha memijat beliau karena mengeluh masuk angin.
Dan akhirnya saya pun berfikir serta merenung, apakah kematian itu..? apakah hidup itu ? dan apa pula yang harus dilakukan dalam hidup?
Selama bulan Ramadhan ini, setiap harinya, karena saya sedang libur… saya habiskan untuk tidur… tidur.. dan tidur. Menjelang ashar baru saya bangun. Dan mulai bingung… apa saja yang harus dilakukan. Sholat ? saya tidak pernah tau apakah saya ini benar2 sholat …
Puasa ? … idem, gk tau juga, puasa itu cuman sebatas niat untuk Allah..(niat yang spt apa juga masih bingung)
Zakat? … hahaha… duit dari mana…emang saya punya duit???? apa lagi Haji….
Lalu.. saya melakukan sesuatu sekedarnya… ya sekedarnya saja.
Pikiran saya pun melayang pada Syahadat… nah.. ini yang aneh… , bagi umat mukminin wal muslimin kata tersebut saya menganggapnya sangat nyentrik! Tidak pernah diketahui wujudnya…. secara lahir!
Lalu di minggu ke-2 Ramadhan, saya membaca twitter dari @gusmusgusmu , yang berisi tentang do’a, yang intinya permohonan maaf atas “takut mati” kepada Allah.
“Gilaaa!!!”, kataku.
Takut mati aja harus minta maaf sama Allah. Ternyata saya ini masih bodoh… akan kehidupan itu sendiri. Lalu apa itu Hidup sendiri? lalu selama saya hidup ini ngapain aja yak…. Gilaaa!!!! Iya… kalau ada orang yang menganggap saya gila…, pasti saya terima dehhh!!! Lha wong saya sendiri gak sadar kalau saya ini hidup…. dan ngapain aja di hidup selama ini. Dan tujuan2 yang selama ini … kok kayaknya ya ada yang berjalan dan ada yang tidak. Yang berjalan pun, ya saya rasa cuman begitu2 saja.
Dan di bulan puasa ini, saya cuman mengamati diri saya yang masih penuh pengamatan-pengamatan terhadap apa2 saja yang masuk di kepala…masih tanpa tindakan! hmmmm….
Ketika ketakutan akan kematian tersebut hinggap di diri saya, saya pun malah mengambil jalan untuk menyendiri. Jalan2 mengelilingi Surabaya, lalu di kota Malang…. dan menyendiri di kamar. Bagaimana perasaan seekor nyamuk ketika dia mati pada saat kita pukul tepat ketika dia hinggap di tubuh kita ? …. wahh… saya juga gk tau itu… , soalnya pas saya nulis ini… saya pun telah membunuh satu nyamuk yang hinggap di jidat saya.
Satu minggu sebelum hari raya, saya “cangkruk” ngopi dengan teman kampus saya, di salah satu warung kopi di daerah Gunung Sari Indah. Ngobrol ngalor ngidul, dengan tema … Manajemen Kampus yang kita anggap “amburadul”, gara2 mulai angkatan kami, tidak bisa mengambil jatah lebih jumlah sks.
Ditengah2 percakapan, saya pun ngasih pertanyaan ke temen saya itu… “Nabi itu termasuk Scientist atau bukan yak ? ” …
mungkin ini pertanyaan yang saya anggap konyol dan saya merasa wajib untuk saya lontarkan.
Ketika pertanyaan tersebut saya lontarkan, di depan kami sudah duduk seorang tua yang lagi asik makan mie goreng yang sudah dia pesan dari tadi. Dia datang udah beberapa menit yang lalu, tampangnya biasa saja, pakaiannya juga biasa. Sambil saya ngobrol sama temen saya itu, saya pun sekali2 memandang nya, dan punya pertanyaan dalam hati , “Orang ini ngapain ya duduk di depan saya …. ?”, lagi2 pertanyaan bodoh…. (gimana bukan pertanyaan bodoh, lha wong orang makan di warung kan bebas aja… mau duduk dan makan di tempat kosong yang ada).
Lalu selesai makan, dia langsung memotong omongan kami berdua, “Bener Mas… opo sing sampeyan omongno”. (Bener mas apa yang anda obrolkan). Kami pun terdiam, dan mulai saat itu, beliau mengendalikan pembicaraan kami berdua, dan yang dibicarakan adalah tentang Agama. Ya… Agama… Apa itu agama…
Dia berbicara, bagaimana sombongnya seseorang yang menuduh orang2 telah berbuat dosa… akan tetapi orang tersebut tidak pernah tau apa itu dosa … dan apa itu pahala…
Dia juga berbicara… bagaimana orang2 dahulu yang sampai sekarang masih hidup, dan malah sembunyi tidak mau kelihatan kalau orang2 sepuh itu memiliki ilmu yang sangat memadai untuk berdakwah…
Dia juga berbicara… apa itu alif lam mim, alif lam ro’ , Allah… dan sebagainya… dan membuat kami berdua ternganga….
Dia juga berbicara… bagaimana sejarah Islam ini masuk ke tanah jawa, siapa saja yang telah membuka nya….
Dia juga berbicara… tentang ”harus beriman dulu… baru ber-Islam”
Pembicaraan kami pun selesai tepat sebelum jam 3 dini hari… *heuhhhh* (padahal kan kita “cangkruk”nya mulai jam 11 malem)
Saya pun pulang dengan membawa sejuta masalah di kepala saya…. (Saya gk “ngeh” yang diomongkan orang itu tadi, dan Mungkin ini akibat dari keseringan tidur… jadi gk pernah belajar!!!!)
Terima Kasih Allah… telah memperbolehkan saya “sedikit2 tidur” di Ramdhan ini…., dan terima kasih telah memberi saya ketakutan yang luar biasa tersebut.
Ya Allah…. bolehkah saya menikmati Ramadhan tahun depan…?
ORA OLEH !!!
wkwkwkwkw…. berarti yo gk usah poso hahahaha