Feeds:
Posts
Comments

Bunda…

Aku melihat mu terbaring lemah. Tak kuasa memalingkan tubuh ke kiri maupun ke kanan. Bahkan untuk mengangkat kaki pun perlu bantuan orang. Bagaimana aku tidak sedih… aku ini hanya manusia biasa, yang  juga punya perasaan. Dari kecil sampai saat ini pun aku masih sayang kepadamu.

Melihatmu seperti itu, ada sisi hatiku yang berontak, seakan tidak percaya melihat tubuhmu lemah tak berdaya. Aku pun juga memaki dalam hati akan perilaku dokter sebelumnya terhadapmu, yang memasukkan obat-obatan itu seenaknya dan seakan-akan telah membuat keadaan menjadi lebih buruk. Akan tetapi, makiankupun sirna ketika engkau mempunyai semangat yang tinggi untuk sembuh dari penyakit itu. Aku pun gembira, masih bisa ngobrol sama Bunda, bercanda… dan bunda masih mau mengingatkanku dalam hidup di kehidupanku.

Aku pengen sekali ngomong ke bunda… kalo bunda gk perlu khawatir terhadapku, agar bunda tetap berkonsentrasi untuk sembuh, akan tetapi… bunda memang bunda ku.  Yang selalu mengingatkanku, yang selalu tau kapan ketika aku menghadapi kesulitan.

Aku minta maaf atas minggu lalu, aku telah ceroboh untuk mencoba memiringkan bunda, dan mencoba membantu bunda untuk duduk, akan tetapi bunda malah merasa kesakitan yang teramat sangat. Sekali lagi, aku minta maaf.

Hari ini tadi, aku belom ke rumah sakit, untuk menjaga bunda. Akan tetapi, hari ini nanti, aku janji, akan seharian di rumah sakit menjaga bunda. Menemani bunda untuk terapi radiasi di rumah sakit.

Bunda… cepat sembuh ya… Aku senang bunda punya semangat untuk sembuh dan semangat hidup yang tinggi.

Aku selalu berdoa untuk bunda dan ayah…

Satu2… daun berguguran… jatuh ke bumi dimakan usia…

Dua orang seniman besar Indonesia telah pergi. Mbah Surip mendahului  WS Rendra. Hanya selisih beberapa hari saja. Yaa… sebenarnya, saya tidak pernah tau detil siapa mereka. Dan bagaimana mereka dalam menjalani sehari2nya. Akan tetapi saya kagum dengan karya2 mereka. Unik dan Populer.

Banyak sekali karya WS Rendra yang saya kagumi, apalagi karya2 puisi yang dimasukkan dalam tembang2 di Kantata Takwa. Dalam album kantata takwa, lirik2 yang berasal dari tulisan Rendra sangat menyentuh, dan sarat akan protes tentang kehidupan di Indonesia. Dan juga ada yang mengingatkan bangsa ini.

Lain dengan Mbah Surip. Laki2 dengan nama panjang Urip Ariyanto ini melalui telah malang melintang di dunia kerja sampai ke luar negeri dan akhirnya memilih hidup nya sebagai seniman. Karya2nya unik, menghibur serta banyak yang bisa menikmati dari balita sampai orang tua. Lagu “Tak Gendong” contohnya, merupakan lagu yang mudah didengar dan laris sebagai RBT (Ring Back Tone). Padahal menurut salah satu berita online, lagu tersebut mempunyai makna filosofis tersendiri bagi sang penciptanya yaitu belajar salah.

Saya kagum terhadap dua orang tersebut akan kesederhanaan, kejujuran serta ketekunan beliau2.

Semoga apa yang telah dirintis dan dilakukan oleh beliau2 ini akan selalu bisa dijadikan contoh bagi generasi bangsa ini.

‘Selamat Jalan Pujangga Indonesia’

Plug Engine

Sabtu, 18 juli 09, saya berangkat ke surabaya, pagi2 sekali. Sekitar jam 5 saya berangkat dari malang. Dengan tujuan, mengambil BPKB mobil, karena memang habis ngurus pajak 5 tahunan. Selama di perjalanan sampai kota surabaya, mobil dalam keadaan baek2 saja.

Setelah sampai di sby, saya langsung tlp temen lama saya yang sudah sekitar 14 th tidak bertemu, dan mengajak sarapan. Dan akhirnya temen saya pun setuju, dan berencana menghampiri saya di rumah.

Sekitar  jam 10 pagi, kami berangkat ke kantor Samsat Ketintang, untuk mengambil BPKB. Dengan mengendarai Taruna type CL, dan memakai AC. Dan mobil pun dalam keadaan baik2 saja. Sampai di Samsat, saya harus mengantri untuk mengambil buku BPKB yang hanya memakan waktu 15 menit. Setelah itu kami berangkat untuk mencari sarapan.

Ditengah jalan, ide pun muncul, tempat sarapan apa yang paling cocok untuk ngobrol, diskusi, sambil makan, serta yang mempunyai fasilitas wi fi, dan akhirnya kita sepakat untuk memilih McD Surabaya Plaza.

Sesampainya di sana, karena masih terbilang pagi, suasana plasa tersebut pun masih bisa dibilang sepi, pengunjung nya masih belom ramai. Dan kami pun langsung menuju McD, memesan makanan. Disana kami pun ngobrol banyak, mulai dari jaman SMA sampai sekarang. Dan saya mengamati, dia telah berubah banyak… sangat dewasa. he he

Sekitar 3 jam saya di sana, maka kami pun langsung bergegas pulang, dan ketika di tengah jalan, saya melihat termometer mesin meningkat drastis. Dan AC pun tidak bisa nyala dengan semesti nya. Saya pun panik luar biasa, sudah cuacanya panas, AC nya gk dingin. Sesampai nya di rumah temen saya, (karena sedikit banget pengetahuan saya di bidang otomotif), saya telp bapak saya, untuk minta nomer montir langganan yang ada di Kediri.

Akhirnya saya pun ngobrol sama sang montir, dan dikasih petunjuk :

  1. Kalo mobil dalam keadaan panas, coba kunci kontak di putar pada posisi On, maka seharus nya fan/kipas yang berada di dekat grill depan akan berputar secara otomatis.
  2. Ketika kipas tidak nyala secara otomatis, sedangkan kunci dalam kondisi On, maka kemungkinan nya ada 2 yaitu : motor kipas nya rusak atau sekrin/fuse nya harus diganti.
  3. Harus dicek juga air radiator.

Dan ternyata kipas nya tidak nyala, serta air radiator nya habis. he he

Kemudian saya, pergi ke bengkel terdekat, untuk minta di cek kan, terjadi kebocoran di sebelah mana. Setelah dicek, ternyata ada selang air dari mesin menuju ke kotak EFI, yang dinamakan Plugin Engine, itu mengalami kropos. Sehingga, ketika diisi air dari radiator, air tersebut mengucur deras ke bawah. Dan parah nya lagi, kekeroposan yang terjadi berada di ujung mesin tempat selang tersebut nempel. Sehingga, ketika dibypass pun, air tetap mengucur, walaupun tidak sederas sebelumnya.

Ya… ini adalah kesekian kali nya kota Malang dalam cuaca yang dingin banget. Sampai2 sekitar 2 minggu yang lalu, saya gk bisa tidur, walaupun dalam keadaan berselimut tebal.  Kalo sudah seperti ini, saya selalu males mandi… , ha ha… habis nya air nya dingin bangettttt…., mandi sekali dalam sehari udah cukup. hohohoho…

Dalam musim dingin yang spt ini, angin yang berhembus di siang hari, sudah terasa dingin, walaupun matahari nya nongol. Apalagi menjelang maghrib sampai pagi sekitar jam 8. Temperatur nya dingin banget…..!!!

Bagi temen2 yang biasa di kota yang panas, kalo mo kesini sekarang, harus menyiapkan jaket tebel dehh… biar gk kedinginan.

Updated…

Setelah sekian lama nganggur ini blog… dikarenakan blog yang terbaru telah “terhilang” dari “hostingan ajaib”.. maka blog ini pun akhirnya saya kembalikan lagi dalam fitrah nya sebagai default blog saya…

Ada beberapa yang pengen saya sampaikan di sini mengenai tempat dimana anda harus berhati2 dalam memilih perusahaan hosting :

  1. Jangan pernah memilih hanya berdasarkan harga murah nya saja.
  2. Carilah perusahaan hosting yang berpengalaman cukup lama. Karena hal itu membuktikan bahwa dia telah mempunyai track record yang bagus dan dipercaya oleh pelanggan.
  3. Perusahaan hosting pasti akan berlomba2 dalam mempermurah produk hosting nya, akan tetapi pilihlah perusahaan hosting yang menawarkan feature sesuai dengan kehendak anda.

Demikian saran saya… mudah2an bermanfaat bagi semua.

“Karena kau terpaku pada bentuk kau tak menyadari makna, bila kau bijak ambillah mutiara dari cangkangnya.” -Jalaludin Rumi-

Ketika saya membaca kalimat tersebut dari blog sebelah, saya tertegun sebentar. Kata2nya bagus….

Andaikan ada beberapa obat yang ditawarkan kepada saya, saya harus tau dulu apakah isi obat tersebut sudah sesuai dengan apa yang sudah tertera di bungkus nya. Atau… kita terlalu mengistimewakan obat yang kita beli di apotik hanya gara2 bungkus nya yang bagus. He he…

Sejenak saya berpikir juga… dalam hal keinginan dan kebutuhan. Saya seringkali lupa dengan apa yang saya butuhkan. Karena sering juga saya membeli barang untuk mengganti barang yang lama tanpa melihat… apakah barang yang lama memang benar2 tidak berfungsi, hanya dengan melihat wujudnya yang lebih bagus.

Atau juga dalam memilih sesuatu, sudah kah kita memilih sesuai dengan kebutuhan kita?

Berikut ini sebuah tulisan yang saya peroleh dari maillist elektro 96, thank u mas eenk…

(Pidato Steve Job di Acara Wisuda Stanford University )
(Steve Job, pendiri Apple & Pixar)

Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah.
Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.

Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik
Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah.
Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir.
Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi.
Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya.
Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran ingin bayi perempuan.
Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat?
Mereka menjawab: “Tentu saja.”
Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA.
Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi. Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah.
Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya.
Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya.
Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka.
Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik.
Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.

Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai.
Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya.
Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan.
Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya.
Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga.

Saya beri Anda satu contoh:
Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.
Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik.
Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu.
Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah.
Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang.

Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang.
Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.

Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.
Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun.
Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan.
Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30.
Dan saya dipecat.

Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi.
Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya.
Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan.
Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.

Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan.
Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan.
Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan.
Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya.
Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley .

Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya.
Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal.
Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya.
Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas.
Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.

Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya.
Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia.
Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple.
Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple.
Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan.
Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai.

Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai.
Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya.
Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya.
Jadi, teruslah mencari sampai ketemu.
Jangan berhenti.

Cerita Ketiga Saya: Kematian
Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah.
Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar.
Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada.
Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa.
Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.

Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan.

Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati.
Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang.
Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal.
Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut.
Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor.
Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana , mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi.

Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.
Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna:
Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya.
Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan.
Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda.
Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.

Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain.
Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain.
Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda.
Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan.
Semua hal lainnya hanya nomor dua.

Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog“, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya.
Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park , dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya.
Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid.
Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat.
Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir.
Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda.
Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang.
Di bawahnya ada kata-kata: “Stay Hungry. Stay Foolish.” (Jangan Pernah Puas. SelaluMerasa Bodoh).
Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka.
Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu.
Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu.
Stay Hungry. Stay Foolish.

(Diterjemahkan oleh Dewi Sri Takarini, alumni sebuah perguruan tinggi di Australia )

Mohon maaf… (part 1)

Hari ini satu hari sebelum dimulainya bulan Ramadhan 1429H  (katanya). Tadi pagi2 sekitar jam setengah 7, saya berangkat dari surabaya menuju ke malang untuk nge-band di lapangan Poltek Negeri Malang, acara Pesta Rakyat Simpedes BRI. Berangkatnya sih udah rada2 ngantuk… soalnya semalem cuman tidur 2 jam. Biasa… nonton film sampe malem..

Nyampe di malang sekitar jam setengah 9. Maklum… di porong sedikit merambat…, kalo di daerah situ lancar… biasanya perjalanan sby-mlg cuman ditempuh dalam waktu 1 seperempat jam (gk ngebut2 amat sih…). Acara dimulai cukup terlambat … (kata seorang temen nunggu keyboardistnya datang dari luar kota). Padahal acara belom dimulai karena emang belom pada dateng tuh audience nya.

Pukul 9 lapangan masih terlihat sepi…. orang yang duduk di tempat yang telah disediakan pun, masih sedikit. Setelah beberapa saat, ada pejabat datang, baru acara dimulai. Kami sempat sound check dan hasil sound nya masih lumayan jelek. Gak tau nih hawa ngantuk masih melanda diri saya. Dan akhirnya kita membuka acara dengan 3 lagu. Setelah kita membuka acara… kita berkumpul sejenak, dan membicarakan tentang sound, permainan kami dll. Dan ternyata hampir dari kita semua merasakan hawa ngantuk. Jadi ya… kita semua mainnya kurang enjoy…

Acara diselingi dengan modern dancer serta quiz berhadiah lumayan banyak. Gak tau dari mana tuh modern dancer nya. Yang pasti saya gk ada yang familiar dengan wajah salah satu orang pun dari mereka.

Selesai acara kurang lebih jam 12 siang. Panas puwolll… saya bertambah ngantuk… udah gitu, makanan nya cuman satu bungkus nasi, wahh.. bener2 masih laper… udah gk sarapan…. semalem tidur cuman 2 jam jadi nya laper plus ngantuk jadi satu. Langsung dah.. saya pergi ke warung kopi. Disana ketemu sama temen2.. ngobrol bentar… dan bertanya2 besok jadi puasa ato engga? Ato masih ada lanjutannya nih… puasa 2 versi. Dan pasti Lebaran pun ada 2 versi pula.

Selesai ngopi, saya langsung nge net di tempat biasanya, sambil browsing saya bertanya ke salah satu temen, “eh.. besok jadi puasa gk?”, temen langsung menjawab… kalo liat tanggalan di sini sih tanggal 1 ramadhan ada di hari selasa. “Gimana kalo liat Metro TV aja.. kali aja ada berita…”, channel TV pun dipindah ke Metro TV, ternyata masih belom ada berita. Ahh… peduli amat…, akhirnya saya tertidur pulas (saking ngantuk nya).

Tidak lama pun… saya bangun, ternyata udah setengah 4. Dan saya liat hp, ternyata banyak banget sms mengucapkan “permohonan maaf” sebelum menjalankan ibadah puasa (kayaknya saya pernah baca hadits nya deh…ttg bermaaf2an sebelum puasa). Sambil satu persatu sms saya bales, dan saya juga mengirimkan permohonan maaf kepada orang2 terdekat.

Dan akhirnya saya menemukan dan mendengar berita juga dari TV bahwa, tanggal 1 Ramadhan 1429 H jatuh pada tanggal 1 September 2008. Dan tidak ada perbedaan antara semua organisasi keagamaan yang ada. Horeeeee…..

Dan melalui blog ini pula… saya menghaturkan “Mohon maaf atas segala kesalahan yang telah saya perbuat, dan Selamat Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan”.

Hormat Saya

Fadjar Kurniawan

Sedikit Bercanda….

Chatting with GOD

TUHAN : Kamu memanggilKu ?
AKU: Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-
bincang denganmu.
AKU: Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih
baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk,
sangat sibuk.

TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.
AKU: Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang
sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru.
Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktifitas memberimu kesibukan. Tapi
produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, produktifitas
membebaskan waktu.
AKU: Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya.
Sebenarnya, saya tidak mengharapkan
Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu
beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium
yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.
AKU: Oke, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang
membuatnya jadi rumit.
AKU: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu
merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi
kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.
AKU: Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu
banyak ketidakpastian?

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran
adalah sebuah pilihan.
AKU: Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN : Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi Penderitaan adalah
sebuah pilihan.
AKU: Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu
menderita?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat
dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita.
Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan
sebaliknya.
AKU: Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru
pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.
AKU: Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami
tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN : Masalah adalah Rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan
kekuatan mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan
dan rintangan, bukan dari berleha-leha.
AKU: Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana
harus melangkah…

TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana
kamu melangkah. Lihatlah ke dalam.
Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata
memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.
AKU: Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang
dapat saya lakukan?

TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.
Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada
mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas,
biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.
AKU: Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada
masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau
syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.
AKU: Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”.

Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus
aku?”.
AKU: Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini?

TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa
kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini.
Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah
proses penciptaan.
AKU: Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini
dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.
AKU: Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak
dijawab.

TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya
adalah TIDAK.
AKU: Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup
adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

TUHAN has signed out.

Setelah beberapa bulan lalu didirikan sebuah komunitas musik baru di Malang, Malang Jazz Forum, baru2 ini diadakan launching untuk media buat komunitas tersebut. Acara tersebut bertajuk ‘Jazz for Media’ yang diselenggarakan di Hotel Santika Malang. Beberapa band yang mengusung tema Jazz tampil di acara tersebut diantaranya adalah Farbig, Abigail Rhytm, Deddy n friends (dr jakarta), Batik Band.

Acara tersebut dimulai sekitar pukul 19.30 dan dibuka oleh Farbig. Dilanjutkan oleh Abigail Rhytm. Dalam kesempatan ini N’quint juga perform bersama Abigail.

Acara ini dihadiri oleh kalangan media yang memang bertujuan untuk mempublikasikan komunitas baru tersebut agar bisa dikenal di segenap Malang Raya.

Older Posts »